Suka-Serunya Mencari SD ☺️

Jadiii yaaa 3 bulan terakhir ini gw sedang disibukkan dan dibuat degdeg-an oleh open house SD, tes masuk SD, dan pengumuman diterima apa ga di SD tersebut 😂. Warbiasyaaa yaa hidup iniii, baru tingkatan SD ajaa udah degdeg-an dibuatnyaa, gimana ntar kuliahh cobaa💆🏻‍♀️ 

Sebenernya balik lagi ke “hidup itu pilihan”, dari segala sisi ya. Jadi memang kesibukan dan ke degdeg-an ini ya atas keputusan gw dan suami juga siy😆. Karena kita gamau mainmain dalam hal pendidikan anak, plus kita semakin menemukan hal-hal ga sreg disekolah anakku yang sekarang. Padahal awalnya menyekolahkan disitu biar SD dst ga pusing lagi. Jadi apa boleh buat yah, harus searching lagi SD yg sreg menurut kita😊.

Yang harus di concern banget dalam memilih sekolah menurut gw yaitu vision kita untuk si anak kedepan itu seperti apa, tentunya based on perkembangan & kemampuan anak saat ini yahh. Misal, gw pingin SD nya Milena itu bilingual dan sekolah Islam.

Kenapa? (1). Karena Milena itu vocabulary English nya udah banyaak, speaking-nya juga sudah bagus jadi gw gamau dia kehilangan bekal bahasa Inggris yang dia sudah punya sekarang; plus sekarang tuh bahasa Inggris kayanya sudah menjadi bahasa kedua setelah bahasa Ibu yah, posisi bahasa international ini sudah sangat penting (ga kaya jaman gw dulu yang les LIA baru marak pas jenjang SMA lol) dan gw merasa perlu untuk membekali anak-anak gw sejak dini. Dulu, Bokap gw juga menganggap bahasa Inggris ini sangat penting, gw sampe disuruh LIA kelas grammar & conversation biar advance dan expert🙈 inget banget Bokap dulu kalo gw malesmales-an doi bilang “Kamu gabisa bahasa Inggris nanti jaman kamu mau jadi apa? Tukang sapu? 😆“. And I’m so very thankful of what my Father did to me😊😘

Poin ke (2) yaitu: Sekolah Islam karenaa agama itu pondasi yang sangat sangat penting yang harus dipupuk sejak dini (based on what my parents did to me also hihi).  Jadi anak-anakku harus kenal agamanya, adab-adab Islam yang rahmatan lil alaminn, dan Alquran dengan harapan Iman Islam mereka ada selalu disetiap langkah mereka kedepannya dan membimbing mereka setiap saat. Karena cuma Agama yang bisa melindungi mereka sampai akhir jaman. Dan poin tambahan (kalau bisa iya tapi kalau ga ketemu juga gapapa) yakni jangan terlalu jauh dari rumah😄.

———————————————-

Berangkat dari 2 poin diatas, kumulai browsing tanya sanasini while in mind udah ada beberapa sekolah yang diinginkan (Mentari Intercultural School dan Binus). Dua sekolah itu both reputasinya udah ok banget yah, yang satu kurikulum IB satunya Cambridge (googling yah buibu), bilingual juga tapi bukan sekolah Islam. Lalu kemudian menemukan sekolah Green Montessori, bilingual dan sekolah Islam dan deket dari rumah✔️🎉

Okesip mencukupkan 3 sekolah ini aja yang jadi fokus kita karena cerita teman-teman untuk admission aja effortnya lumayan. Marii dibahass… 

————————————————-

🏫

Green Montessori 

Dari namanya udah jelas yah kalau sekolah ini basic nya Montessori yaitu metode pembelajaran berdasarkan perkembangan intelektual anak dalam segala aspek (fisik, sosial, emosional, dan kognitif). Montessori juga mengedepankan kelas mix age, di Green kelas 1-3 digabung dari jam 07.15 sampai 12.00 belajar kurikulum Montessori, setelahnya baru dipisah berdasarkan kelas belajar kurikulum nasional. 

Gedung sekolahnya ga besar, dan sesuai namanya Green sekali🌿🌿🌿🌿🤩 sejuk, nyaman, bersih pokonyaaa Bunda sukaa💕

Cumaa karena grade 1 cuma ada 1 kelas, dan mereka memprioritaskan yang TK disana dulu jadi mereka kasih slot untuk orang luar cuma 5 orang🙈💆🏻‍♀️, daftarnya pun cepet-cepetan bersaing dengan ibu-ibu gercep lain, okeh Bunda siap🤣.

One morning, datanglah WA untuk daftar online, deuhhh mana eyke lagi nyetirrr🙈 curicuri pas macet buka website Green sambil isi-isi dann perlu transfer uang pendaftaran (Rp. 1.000.000)🙈🙈🙈 kumahaaa lagi nyetir mah gabisaa buka online banking😑. Telpon suami doi gabisa transfer detik itu juga, lalu ku telpon Elle BFF kantor minta tlg transfer😆. Karena cepetcepet-an kann buibuuu, demi masa depan buah hati💪🏻😆.

Seminggu kemudian email dari Green masuk perihal trial invitation,yeayyy🎉

Trus yaa pemirsa, setelah saya baca email dengan seksama, ada jadwal untuk Focus Group Discussion (FGD) orangtua juga🙄 + interview orangtua dengan Kepala Sekolah 🙄🙄. Ternyata Green ini memang lebih menilai orangtuanya, bisa atau tidak orangtua men-support apa yang udah diajarkan/tanamkan dianaknya sehari-hari disekolah.

Menurutkuu yahh, tes masuknya tidak gampang, karena benar-benar dinilai keseluruhan aspek si anak dan si orangtua yang notabenenya mewakili whole point of the child’s life. So untuk aku yang pingin banget Milena sekolah disini kemarin sempet degdeg-an berat nunggu pengumuman😆; (Iya gw bisa nganalisa FGD yang gw lakukan, tapi kan gatau FGD suami kaya apa 😂 dan si anak dites apa aja (yap kita semua dites terpisah). Waktu itu tes tanggal 16 November, tanggal 20 November interview dengan Kepala Sekolah dan tanggal 25 November pengumuman. 

Dari pagii nunggu WA dari Green perihal cek hasil tapi tak kunjung datang sampai siang, akhirnya iseng cek langsung ke webnya dan alhamdulillah diterimaaaa🙏🏻🎉 waaaaa happyhappy joyjoy banget Bundaa, rasanya kaya lulus SPMB jaman baheula🤣

Selamat Milena 💕

Binus Simprug

Sekolah ini menganut kurikulum International Baccalaureate (IB), yang mendukung para siswa untuk memiliki pikiran terbuka dan kreatifitas yang tinggi. Pertama kali tau tentang sekolah ini tu baca dikoran apa gitu yahh, waktu itu memberitakan prestasi anak didik yang SD lomba debat di luar negeri. Kupikir kok cool amat niy anakanak SD😆 langsung lah googling dan sreg, ku langsung hubungi untuk tanya open house dll (emakemak gercep😆). 

Datang ke open house makin impressed sama sekolahnya, gedung ok, fasilitas ok (playground ada 4 + ada kaya ala-ala mini zoo gt😱, perpustakannya okeee bgt), pengajar tentunya ok, harusnya smua ok siy ya mengingat biaya sekolah disini💸💸💸💸 haha.

Kita putuskan untuk langsung beli formulir (Rp 600.000) agar selanjutnya Milena bisa tes. Beli formulirnya cash ditempat tapi semua pendaftaran sistemnya online, isi biodata & upload dokumen. 

Untuk tes kita tidak mempersiapkan Milena secara khusus, kita pikir ya tes SD tu apa sih? Paling ditanya angka, abjad, mungkin baca tulis dan komunikasi dua arah. Percaya aja sama anaknya 😁. Ketika tes orangtua cuma boleh tunggu dibawah, anak-anak diajak ke lantai 6 untuk tes. 

Katanya tes-nya cuma 45 menit, kok Milena ga turun-turun yah?🙄😆 beberapa anak sudah turun kebawah selesai tes, jadi deg-deg an hahaha. 

Setelah nunggu kurang lebih seminggu, Bunda buka webnya Binus dengan jantung dagdigdug (lebayy) hasilnyaaa jengjengjeng, Milena diterima🎉🎉🎉🎉🎉😆 happyy banget rasanyaaa anak keterima SD hahahaha.

Selamat Milena💕

MIS

Ini juga yahh sekolah heits yang mungkin netijen sering liat karena artiss artis nan cantik pintar cemerlang itu lulusan sini dan anak-anak artis lainnya😆. MIS ini sekolah nasional yang menggunakan kurikulum Cambridge, bilingual tentunya, fasilitas sekolahnya juga ok punya.

Sebenarnya dari Milena mau masuk TK sempet minat kesini, waktu itu budgetnya gamasuk sama kita (iyah mahall) dan bukan sekolah Islam jadi NO. Sekarang tertarik lagi (memang pingin disini siy) karena memang bagus dan tabungan sudah terkumpul🤭 so Ok kita datang open house dan beli formulir (Rp 600.000). 

Sistemnya, kita masukkan dokumen (hardcopy) lalu tunggu untuk dipanggil tes, tesnya cuma si anak interview dengan Kepala Sekolah 🙄🧐🤔

Tibalah waktunya tes, gw anter kesana. Milena langsung diajak ke ruangan Kepala Sekolah, tesnya paling cuma 20 menit. Kalau dilihat dari luar siy diajak ngobrol sama dia kaya disuruh menulis sesuatu. Daaan hasilnya Milena ga diterima🙄. Gw langsung mikir, anak SD dites apa siyy kok sampe bisa ga diterima? 😆 dan gaada penjelasan kenapa tidak diterima. Tapii nothing to lose kan ya yaudah Bismillah aja mana yang terbaik buat Milena & biarkan alam menyeleksi sendiri, kalo semua diterima bingung juga kann😅.

🏫

————————————————

Kira-kira udah bisa menyimpulkam belum Milena endingnya akan sekolah dimana? 😆 Yap, Ayah Bunda sepakat untuk pilih Green Montessori karena memang concern kita ada disitu semua😊

Bismillah ya Milena, kita sama-sama belajar, semoga Milena tambah semangat belajarnya, tambah pintar aminnn.

Setiap orangtua pasti ada preferensi masing-masing yah dan setiap anak itu beda-beda, unik in their own way. Orangtua hanya bisa berusaha memberikan insya Allah yang terbaik bagi anak-anaknya☺️

Yaampunn terakhir 2015 yahh🙈😆

Hellooo semuaaa

Emang waktu itu cepet bgt berlalunya yaah, terakhir ng-blog 4 thn yg laluu lhoo🙄🙈 kayanya baru kemarin ke Jepang sama Milena 😄.

Yaudahhh sekarang update kehidupanku dulu yaah…..

Hmmm so I’m a mother of two now😊 A son was born on March 1st 2018, he’s a total blessing…complete our family, a patient-calm-handsome boy💙. Anak pertamaku si gadis cantik sekarang sudah sekolah TK B, tahun depan sudah masuk SD😩🤩 (Bundanyaaa udah sibuk bener cari SD yg sreg dihati, dikepala, dimata dan dikantong🤣 (ini juga nti kucritaa yahh sukaserunya cari sekolah anak)).

And after visited Japan back in 2015, we’ve been doing quite travelling LOL😂; To Batu (2015 & 2018), Bali (2015 & 2016), Hong Kong (2016), Lombok (2016), Melbourne (2016), USA East Coast (2017), Tokyo-Shirakawa Go (2017 & 2018), Prigen (2018), and Sydney (2018). Baikk, later on akan saya cobaa yah menulis ttg travelling diatas itu satu per satuu haha..

Laluuu, gw masih ibu pekerja, bekerja untuk NKRI (duilehh). Alhamdulillah masih nyaman bekerja, masih kondusif membagi peran sebagai istri, ibu, dan abdi negara😊.

Here’s a glimpse of these past years..📸

⌛️

Sepertinya itu aja update singkat dari 4 tahun terakhir, life is good alhamdulillah, semoga semakin baik lagi kedepannya sesuai dengan rencana aminnn.

Again, this blog is just for fun, for me to create memories in words and to share my life lesson learned 😊. My travel experiences (explore cities, travelling with kids, etc), motherhood (MPASI recipes, baby blues, tantrums, etc), marriage tips🤭😆, and so on and so on…

So don’t take it seriously and enjoy…

Jepang Trip 2015

Helloooo,,,been a while since my last post hehe

Mau share experience jalan-jalan ke Jepang awal April kemarin, Alhamdulillah bisa travelling kesana, udah lama bgt pingin bisa mengunjungi negeri Sakura ☺️

⌛️

(PRE-TRIP) Saya dan Suami memang pingin ke Jepang, tapi kita gak ada plan khusus kapan mau kesana; gak pernah hunting tiket juga (as usual). Suami saya tipeny nunggu “momen” haha! One day suami lihat iklan “Kompas Travel Fair”, lalu ngajak saya lihat travel fair (sekitar bulan Oktober akhir)itu. Travel fairnya ga bgitu rame, entah krn kurang iklan atau orang-orang sebelumnya udh hunting tiket di Garuda Travel Fair hihi.

Kompas Travel Fair ini lumayan menawarkan tiket-tiket murah (ke LN terutama), kami mengunjungi booth travel A, booth travel B, dan seterusnya. Dan ternyata harga tiket yang ditawarkan sama aja (only tiket ya,gak pake tour package). Suami tertarik ke Jepang dan LA, saya siy kemanaa aja deh haha cuma kalau ke LA agak mikir anak, takut kecapean dijalan.
Tiket ke Jepang waktu itu ada beberapa pilihan, Garuda Indonesia $772, Singapore Airlines $670 (transit di Spore), Malaysia Airlinea $552 (period of time nya akhir Maret harus udh di Indonesia). Jepang kan bagusnya April yah kata yg udah pernah kesana+kata temen sekolah yg orang sana, jd kita pun pingin kesananya bulan April, biar bisa lihat Sakura, jadi Malaysia Airlines di delete dari options. Pilihan tinggal Garuda atau SQ,saya lebih trust SQ (personally hehe) yaaa emang jadinya gak cinta brand negeri sendiri yaah tapi untuk urusan safety SQ better (walaupun umur di tangan Allah juga hehe)+ Garuda disini lebih mahal. Pilihan jatuh pada SQ.

Kemudian yang ribet adalah nentuin kapan mau pergi dan sampai kapan (ke pameran ini bener-bener gak kepikiran mau beli tiket hahaha!). Saya siy ikut jadwal suami aja, karena dia yang sedang sekolah, sedangkan saya April itu sudah Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN). Cek ricek jadwal kuliah suami, ketemu jadwal liburnya pas awal April, 3-10 April, then issued the tickets (horeeee🎉).

Setelah tiket, kita hunting JR Pass, ini penting bgt buat turis mancanegara yang mau travelling ke Jepang dan pindah kota karena lebih murah jatuhnya. Kita pun bisa naik metro atau kereta JR pake JR pass ini di seluruh Jepang. JR Pass ini harus di beli diluar Jepang dan di Indonesia sudah banyak bgt travel agent yang jual. Saya dapat di Panorama Tour and Travel, ada 2 macam JR Pass, 1 tipe biasa Rp 3,2 jt (seat tidak pasti) dan 1 lagi Rp 4 jutaan,yang seatnya pasti. Saya beli yang tipe biasa karena kata teman pasti dapet seat kalau gak mepet datengnya.
Sesuai namanya, JR Pass berarti kita hanya bisa naik kereta yang punya JR, dan untuk Shinkansen, kita gak bisa naik yg tercepat (Nozomi).
JR Pass yang dibeli di travel agent bentuknya hanya seperti kertas, sesampainya di Jepang kita harus tukar ke bentuk kartu. Bisa di tukar di bandara, Narita counter penukarannya buka sampai jam 10 malam, saya mendaratnya di Haneda jam 21.40 malam, sedangkan counter penukaran JR Pass disini tutup jam 18.30, jadilah harus tuker di counter lain esok harinya. Counternya banyak, bisa dicek diwebsitenya😊

Selanjutnya, hunting hotel (paling rempooong deh ini buat saya), saya cek hotel 1 bulan sebelum berangkat, ternyata ini terlalu terlambat karena hotel-hotel yang lokasiny dekat pusat kota dan harga terjangkau sudah sold out semua😐,akhirnya yahh dpt dgn harga lumayan tinggi. Teman sekolah yg Japanese menyarankan kita coba nginap di Ryokan (traditional Japanese room type),Ryokan ini banyak di Kyoto dan katanya Kyoto memang “Jepang banget” dibanding kota lain,jadii khusus Kyoto kita cari penginapan tipe Ryokan☺️

Kemudiaan,buat itinerary selama disana,mau lihat apa aja,mau makan apa aja,mau belanja dimana haha! Daan ini itinerary final :)) ini skenario agak ambisius😆

  

Itinerary beress, the last tinggal buat list barang bawaan,apa aja yg kurang,terutama perlengkapan baby (jaket dinginnya,susu,makanan,dll)

⌛️

(THE TRIP) Sebelum ke Jepang, sudah pernah travelling bawa baby ke Bali, KL, Spore. Cuma ketiga tempat ini kan dekat yah jarak tempuhnyaa jadi mau ke Jepang mulai mikir-mikir trik-trik biar baby ga rewel😌

Kita pilih jam terbang sesuai jadwal tidurnya Milan, terutama Spore-Haneda, flight kita jam 13.55, alhamdulillah dari masuk pesawat sampai kurang lebih 3 jam Milan bobo, sisa waktunya Milan main dipesawat, jalan-jalan,bobo lagi, ntn youtube (sama halnya dengan flight pulang)😋.

Sampai Haneda on schedule,agak cape tapi excited bgt karena bakal ketemu salah satu teman waktu kuliah di Belanda,Taka namanya,dia baik hati bgt mau jemput kita di airport dan anter sampe hotel😊 alhamdulillah..

Hotel pertama di Tokyo gak saya recommend buat yg bawa baby,karena kmrnya kecilll bgt dibanding kmr hotel standar🙈.

⌛️

Hari kedua,more excited because I met another friend,Lin,one of my best friends in The Netherlands,so happy could see her again. Hari ini,yg sesuai itinerary cuma Tokyo Imperial Palace haha karena diajak Taka&Lin keliling,jalan kaki lihat Sakura. Sakura dikota gak sebagus yg saya bayangkan hihi,dan kita gak sempet ke Ueno Park hari ini. Yang bikin happy adalah kuliner hari ini,mereka ngajak kita makan makanan yg rasanya endesss😋,udon,ramen,enyakenyaaaaak! 

 

  Tapiii hari ini ada yg bikin bete,yaitu slow cooker buat masak makanan Milan gak bisa dipake disini karena voltase di Jepang lbh rendah😑😑😑😑😑🙈 padahaal dr awal udh prepare bgt perihal makanan Milan mengingat alergi nya. 
⌛️ 

Hari ketiga jadwal ke The Happiest Place on earth all day i.e Disneyland🎉,tapi cek weather katanya akan hujan🙈,siap2 raincoat deh. Saya sudah pernah ke Disneyland Paris sebelumnya,jadii ngbayanginnya ya sama aja kaya yg di Paris,dan bgitulah kenyataannya😂. Gak lama sampe di Disneyland,Milan bobo,lumayan deh ayah-bundany bisa menikmati Disneyland haha

Sebenernya mau juga ke Disney Sea,secara di dunia ini cuma ad di Jepang,lokasinya pun sama dengan Disneyland. Tapi kata teman,Disney sea gak baby friendly attractionsnya,hmm yasudah deh next time Insha Allah ksini☺️

  
 Selesai Disneyland,kami lanjut explore Shibuya,mau lihat the famous Hachiko sama intersection yg suka ada di film2😆. Muter2 bawa bayi+stroller gak masalah krn transportasinya mendukung bgt. 

This is the famous Shibuya Intersection,look at those people!

 
Dan iniiii Hachiko🐺  ⌛️

Hari keempat,waktunya pindah kota,hari ini jadwal kami ke Kyoto🎉 naik Hikarie shinkansen kurang lebih 2,5 jam. Sepanjang jalan Milan bobo😴😆. Dan senangnya lagi adalah kita dijemput sama teman kerja kami di PU yg sedang sekolah S2 diJepang,Bangkit (alhamdulillah). Thanx yaaa Kit jauh2 dr Nagoya nyempetin ketemuan😊.

Habis check in hotel,oia hotelnya jenis Ryokan,seruuu bgt ngrasain bobo ala ala orang Jepang asli haha  

   Then lanjut cari makan,tadinya mau coba makan di Gokkei,yg katanya the best chicken ramen in town. Udaah jalaaan gerimis2 ehh trnyta hari senin dia tutup🙈 sblmnya udj coba search jdwal operasional mereka tapi gak nemu. Akhirnya makan ramen dihook jalan yg rame pengunjungnya. Enakkk sekali ramen ini,Bishiya namanya. 

 ⌛️

Hari kelima,exploreee Kyoto! We had quite lists lol! Daan cuaca hari ini dinginnns banget❄️❄️❄️❄️❄️🙈 

Pertama yg dikunjungi yaitu Tenryu-ji,the most important temple in Kyoto Arashiyama. Dari hotel ksini naik bis 1 kali aja,agak jauh memang tapi nyaman kok bisnya. Tenryu-ji ini satu area sama bamboo forest yangg cakep bgt ituu😆,gak sabar deh pingin lihat. 

Masuk Tenryu-ji hrs lepas alas kaki(dingin bok!) trus lanjut lihat taman yg nantinya berujung ke arashiyama bamboo forest. Ini tracknya agak rempong buat stroller😌.

Sampai di bamboo forest,memangg seperti yg saya bayangkan,bagussss! Tapi kami gabisa menjelajahi semua area karena medan yg menanjak haha 

    Next place adalah Golden Pavilion,yang adalah Zen Temple yang two top floorsnya covered by gold leaf😍.

Golden Pavilion tracknya lebih gak stroller friendly,jadi habis lihat si Golden Pavilion langsung puter balik aja. 

  

 Cantikk yahhhh👆😊

Di Kyoto kami coba makan okonomiyaki,sebenernya okonomiyaki adlinya dr Osaka,cuma takut di Osaka gak sempet jadi yaacoba disini aja dehh😃 rasanyaaa kok enakan di Jakarta yah haha

Selanjutnyaa adalah Fushimi Inari Shrine,pingin bgt lihat gerbang yg terbuat dr 1000 bambu. Awalnya ad stroller track,tapi makin keatas gak ada🙊 jadi bayi digotong2 distroller. Sampe atas puasss dan happy sekaliiiii👯 

  Selesaii lanjut ke Kyoto Station karena mau lanjut ke Osaka *what an ambitious schedule*😀

Shinkansen Kyoto-Osaka cuma 30mnt aja. Sampai di Station,langsung cari tempat makan+dinner brg salah satu sahabat terdekat saya waktu di Belanda,Ayasa. Dia memang asli Osaka,sblmnya kerja di Tokyo,per April kmrn dipindah ke kantor cabang Osaka. Maunya ketemu lebih lama cuma nona ini sibuk sekalii😆  

 ⌛️

Hari keenam was time for Universal Studio,aaahh seneng bgt mau ksini,mau lihat wizarding world of Harry Potter nyaaa🎉alhamdulillah cuaca bersahabat,matahari bersinarr sepanjang hari☀️ 

            Bedanya sama yg di London,disini ad attractionsnya. Dan disini suasana Hogsmead. Kalau di London gak ad attractions,cuma walking studio gt,lihat tempat buat scene,make up amd costumes,the characters;ada diagon alley,great hall dll.

Selesai US tadinya mau ke Osaka Castlecuma gak  jadi takut Milan kecapean. Kita lanjut cari makan trus naik Shinkanshen lagi menuju Tokyo.

    ⌛️

Hari ketujuh,halloo again Tokyo☺️ Balik lg ke Tokyo krn akan pulanh dari Haneda,next time better pulangnya via Osaka airport aja biar sejalan.

Hari terahir di Jepang kami explore area Shinjuku yg terkenal sama Harajuku nya dan Omotesando streetnya dann trahir kita nyempetin ke Ginza😊.

Area Harajuku emang lucu2 bgt,lebih lucu dr barang2 di Mangga dua deh haha serius!! Dan harga juga ga mahal,disini nemu souvenir yg lbh murah dibanding yg ud ditemuin sbelumnya. Kitkat green tea juga lbh murah disini (penting!)😝

   
 Omotesando,sebaliknya,semacam Champs Elysees nya Paris,kebanyakan storenya adalah luxury brands,kebanykan yahh,gak semua kok☺️

Malam di Ginza cuma sempet utk dinner and did last shopping aja,krn udh tutup dan belum packing utk besok pulang ke Jakarta.

Oia,cari hotel yg ad shuttle ke bandara akan sangat memudahkan lho,alhamdulillah hotel East 21 Tokyo) terakhir saya nginap ada shuttle,biayanya sekitar 200ribuan. 

⌛️

Helloo again Jakarta😊

Travelling bawa baby emang pasti rempong,kecuali bawa babysitter yaa,tapi beneran seru bgt! You get educated by travelling so don’t make your babies a reason NOT TO travel☺️. Bingung steril peralatan makan dan botol baby? Skrg ad tablet sterilizer (innosense by mothercare) yg gampang bgt pakenya. Gak perlu repot2 bawa sterilizer baby yg gede itu haha. Bingung repot cuci botol? Skrg ad botol susu (playtex) yg dalemnya plastik skali pakai,jd gaperlu repot cuci botol ketika sampe hotel setelah cape seharian explore city;tinggal cuci dot nya ajahh☺️.

Yang penting si bayi harus cukup makan dan istirahat,concern juga sama jadwal pengeluaran pencernaannya. Jangan lupa juga bawa obat2an,dibawaaa kemana2 yg satu ini.

If there’s a will there’s a way😋!!! 

Sampai ketemu di cerita travelling selanjutnyaaaa 😊

Saat Menikah, kamu mendapat pasangan yang keunggulan ibadahnya berbeda denganmu. Ini rahasianya, kamu dan pasanganmu akan saling mengisi. Bisa saja selepas Subuh sang suami membacakan tafsir AL-Quran untuk istrinya. Di lain waktu, sang istri bisa membantu memperbaiki hafalan Al-Quran sang suami.

Insya Allah.

Via HalaqahCinta

Saat Menikah, k…

Was A Tough One (My Pregnancy)

I got pregnant. Precisely nine months after I got married.

I was not late like every women stories, because I don’t have regular-period-cycle. So one day, based on the previous period, it should have come but it wasn’t. So I bought the stick and test, no hopes up because I don’t want to get dissapointed like before. And it came positive.

Sujud Syukur, and I remembered I was so happy that day. One of happiest day in my life.

Thought it ‘s gonna be easy, just your tummy getting big and bigger, eating every minutes and can do my regular activity like normal. But what happened was I barely ate, vomit 3-4 times a day, heartburn, etc. It’s normal though, it’s just I hope I was in a better condition lol.

Tn the 1st semester, the doctor obligate me to take a lab test. Blood test, urine test, Hep B test, viruses (Rubella, Tokso, etc) test, glucose test, protein, iron test and so on. The purpose is so that we know the real condition of our bodies post pregnant. If you already took a test before you got pregnant, you should take a test again, because the hormones in your body are different now. If the lab result turned out normal, then you don’t have to take a further test. But I was diagnosed with hepatitis B. I was kind of shocked because I have never got ill with hepatitis B, but I know I have the gene. It runs from my mother, my grandmother had hepatitis B and also 3 of my men cousins. What I knew is that I may not never got sicked but since I have the gene, then the ill runs in me, meaning I am a carrier. My obstetrician asked me to run second test just to make sure, I took it and again it came out positive. She told me calm down but maybe I have to deliver my baby via c-section. She also told me that I should run another test to check the virus evolution in my body. 

I came to another obstetrician for second opinion, he’s one famous professor in the city, He asked me to run another test with quantitative result, he wants to see the ill level in my body. He also said that c-section is better. I did 4D USG with him to see that my baby is fine and alhamdulillah my baby is perfect and healthy.

The next time I met my first obstetrician, she told me that I have to meet the Hep B expert, Professor Ali Sulaiman. She said he gave medicine to pregnant women who has Hep B. Then I met him, he told me calmy that I don’t have to worry at all because we have the cure and I can deliver the baby with normal way. It’s just, my baby must get two injections when she was born. The injections are Imonuglobulin and Hep B vaccine. My baby must get these two max 11 hours after she born. And I can treat myself when I finish breastfeeding my baby.

The nausea gone when I was in 26 weeks pregnant. then came the heaviness and the fun part. Started sorting names and shopping shopping and shopping haha!

It was a tough one, but I wouldn’t take any of it back because I have the most beautiful, most adorable baby in the world! 🙂

xx

Tiara

Peran Kementerian PU untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional

Jadi, saya diberi tugas oleh Papi Bos untuk menjawab Pedoman Wawancara Kementerian PU perihal “Penguatan Politik Perpajakan Untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional”. Wawancara di tujukan untuk Bapak Sekjen Kementerian PU, sedangkan Tim Pewawancara adalah Tim Peneliti FISIP UI. Judul di atas merupakan salah satu point dari 6 pertanyaan yang diajukan.

Memasuki era milenium ketiga dewasa ini, Indonesia dan seluruh negara di dunia memasuki era kompetisi antar-negara yang ketat. Dapat dikatakan bahwa posisi dan peran suatu bangsa dalam konstelasi perekonomian dunia akan banyak ditentukan oleh daya saingnya secara relatif terhadap bangsa lain. Semakin baik daya saing suatu bangsa maka semakin diperhitungkan pula peran dan posisi bangsa tersebut serta semakin besar peluang untuk menarik investasi asing. Salah satu faktor yang menentukan daya saing nasional adalah ketersediaan dan kualitas infrastrukturnya.

Peringkat Daya Saing Indonesia menurun dari 44 dari 139 negara (tahun 2010) menjadi peringkat 46 dari 142 negara (tahun 2011) dan kemudian menurun menjadi peringkat 50 dari 144 negara (tahun 2012). Hal ini didorong oleh turunnya peringkat infrastruktur transportasi udara pelabuhan dan jaringan listrik.

Tabel Peringkat CGI Indonesia di Bidang Infrastruktur

Image

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mengupayakan peningkatan kualitas jalan melalui konektivitas nasional, yakni dukungan kualitas jalan yang andal, terpadu, dan berkelanjutan di seluruh wilayah nasional.

Misi Ditjen Bina Marga adalah Mewujudkan jaringan Jalan Nasional yang berkelanjutan dengan mobilitas, aksesibilitas dan keselamatan yang memadai, untuk melayani pusat-pusat kegiatan nasional, wilayah dan kawasan strategis nasional; Mewujudkan jaringan Jalan Nasional bebas hambatan antar-perkotaan dan di kawasan perkotaan yang memiliki intensitas pergerakan logistik tinggi yang menghubungkan dan melayani pusat-pusat kegiatan ekonomi utama nasional; dan Memfasilitasi agar kapasitas Pemerintah Daerah meningkat dalam menyelenggarakan jalan daerah yang berkelanjutan dengan mobilitas, aksesibilitas dan keselamatan yang memadai.

Rencana program dan target Kementerian PU RPJMN 2010-2014 Bidang Bina Marga dalam rangka meningkatkan konektivitas dan kelancaran arus orang dan barang menitikberatkan pada tiga hal, yaitu: (1) pembangunan jalan dan jembatan (Pembangunan jalan baru sepanjang 1.799 km dan Pembangunan jembatan sepanjang 45.645  m). (2) peningkatan struktur dan/atau kapasitas (Peningkatan struktur/pelebaran jalan sepanjang 17.525 km). (3) rehabilitasi/ pemeliharaan jalan berkala (Rehabilitasi/pemeliharaan berkala jalan 4.830 km).

Disamping itu, dalam rangka mewujudkan sektor konstruksi yang lebih inovatif, meningkatkan daya saing jasa konstruksi nasional yang lebih mandiri serta mendorong pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan, Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan tenaga konstruksi Indonesia. Upaya Mikro yakni melakukan pembinaan standar kompetensi kerja maupun pelatihan konstruksi bebasis kompetensi. Upaya Meso yakni melakukan pembinaan manajemen usaha ataupun bisnis konstruksi yang lebih profesional dan berkualitas. Dan upaya makro yakni dengan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih kondusif yang mengaitkan pertumbuhan ekonomi dengan penciptaan lapangan pekerjaan secara luas.

Badan Pembinaan Konstruksi sejak tahun 2010 telah melaksanakan Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi (GNPK). GNPK memiliki 5 (lima) fokus utama yaitu: Pengembangan sistem pembinaan kompetensi SDM konstruksi; pengembangan standar kompetensi; pengembangan lembaga pelatihan/ lembaga uji kompetensi; pengembangan sarana dan prasarana pelatihan; dan percepatan pelatihan konstruksi. Sedangkan tujuan GNPK adalah untuk memacu (trigger) percepatan peningkatan kualitas SDM konstruksi Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan nasional  tenaga kerja konstruksi dan kebutuhan internasional untuk mengejar ketertinggalan kualitas tenaga kerja konstruksi dari  negara lain; serta percepatan pelatihan konstruksi sebagai upaya strategis mendorong transformasi konstruksi Indonesia menuju konstruksi yang berkualitas, efisien, efektif, dan selamat mencapai kenyamanan lingkungan terbangun.

Sasaran dari terselenggaranya GNPK adalah terlatihnya 3 juta tenaga kerja SDM terlatih, meningkatnya kualitas lembaga pelatihan konstruksi dan uji berbasis kompetensi di pusat dan daerah, dan terbentuknya sistem jaringan (network) pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi yang berkelanjutan.

 

Tiara

 

Teringat London

20130303-153129.jpg

Cosmetic case (sebenarnya tempat pensil hihi) seperti gambar diatas tiba2 saja mengingatkan saya akan kunjungan ke London akhir tahun lalu.

Cosmetic case bergambar bis khas Inggris yang lebih dikenal dengan nama “double decker” itu memang merupakan oleh2 dari saya untuk diri saya sendiri 🙂 Belinya di penjual souvenir pinggir jalan,dekat London bridge. Waktu itu saya dan teman sebenarnya sudah membeli souvenir tapi yaaa yang namanya wanita,setiap ada pedagang pasti disambangi 😉 Dan barang penjual pinggir jalan ini murah-murah,kalian kalau berencana mau ke London recommended banget beli souvenir disini.

Kata orang,ke Inggris ga naik double decker itu ga sah. Tetapi waktu disana saya..bukannya tidak tertarik untuk naik bis,cuma rasanya sudah cukup melihat keberadaan sang bis merah dua lantai itu. Tapi kayanya ketulah deh hehe,karena pada akhirnya naik juga bis itu (dipaksa keadaan).

Ceritanya hari ketiga itu saya sendiri,karena my traveling partner harus melanjutkan perjalanan ke Zurich. Dan my next partner baru datang keesokan harinya.
Hari itu tujuan pertama saya adalah Sherlock Holmes Museum! Seneng banget bisa kesiniii 🙂 setelah selesai,saya tanya ke mas2 penjaga museumnya “kalau mau ke Abbey Road deket ga?” Kata masnya deket,keluar museum belok kiri udah deh luruus aja. Langsung lah saya meluncur..

Tapi yaah omongan tu mas2 ga sesuai kenyataan,kata dia dekett padahal mah jauuh ampuuun -_- haha! Emang dasar mereka udah biasa jalan jauh yah,jadi rute jauh dibilang deket.
Sampai di Abbey Road,ya cuma bisa foto,itu jg dipinggirnya aja,gabisa sok2 ngikutin gayanya The Beatles lagi nyebrang. *banyak mobilll.
Nah setelah selesai,saya bingung mau naik apa ke tempat tujuan selanjutnya. Jalan balik gamauu karena jauh,disitu juga ga ada sign “Subway“;tapi ada halte bis,mampirlah saya kesitu untuk cek rute. Alhamdulillah rutenya pas,ada bis yang akan melewati Bond Street yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan mewah di London.

Tidak lain tidak bukan ya bis itu si double decker,tarifnya lumayan mahal,sekitar £2,5 one way. Pas bis itu datang saya cuma bisa senyum-senyum “sesuatu yah akhirnya naik juga double decker,padahal dari awal tidak berminat naik niy transportasi”. Setelah beli tiket,langsung menuju lantai atas dan duduk dibarisan paling depan yang tentunya menyajikan best view :))

My one particular story that hidden in a cosmetic case!

Xx
Tiara